“Koordinator Pemasaran Media Sosial _Social Media Buttons Untuk Blogger”

Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.

Sekali lagi, tanpa pemasaran yang tepat, tak akan ada cashflow segar yang mengalir masuk, dan tanpa cashflow (aliran kas) yang lancar, bisnis agar berjuang luar biasa hanya untuk bisa membayar sewa tempat, pegawai, dan tagihan rutin. Seperti ulasan di atas, tanpa pemasaran, bisnis hanya tinggal menunggu waktu saja untuk bangkrut.

Jump up ^ Tang, Qian; Gu, Bin; Whinston, Andrew B. (2012). “Content Contribution for Revenue Sharing and Reputation in Social Media: A Dynamic Structural Model”. Journal of Management Information Systems. 29 (2): 41–75. doi:10.2753/mis0742-1222290203.

Siapa yang tidak tahu ketenaran Snapchat di kalangan anak muda zaman sekarang? Snapchat adalah aplikasi berbagi foto dan video ke orang lain. Uniknya, anda bisa menetapkan batas waktu untuk berapa lamanya foto dan video ini bisa dilihat oleh teman atau siapapun orang yang melihat foto dan video yang anda share dalam aplikasi ini sebelum foto/video tersebut menghilang.

Pada dasarnya capital social terdiri dari tiga dimensi utama yakni kepercayaan (trust), norma, dan jaringan (network). Berdasar sifatnya, capital social dapat bersifat mengikat (Bonding), menyambung (Bridging), dan yang bersifat mengait (Linking).

Facebook is a popular free social networking website that allows registered users to create profiles, upload photos and video, send messages and keep in touch with friends, family and colleagues. According to statistics from the Nielsen Group, Internet users within the United States spend more time on Facebook than any other website.

Jump up ^ Schroeder, J.; Greenbowe, T. J. (2009). “The chemistry of Facebook: Using social networking to create an online community for the organic chemistry laboratory” (PDF). Innovate. 5 (4): 3. Retrieved 10 April 2017.

Di dalam kehidupan masyarakat kompleks, khususnya masyarakat perkotaan, dijumpai adanya tiga jenis keteraturan hubungan-hubungan sosial, yaitu: (1) keteratuan struktural (structural order), adalah perilaku orang-orang ditafsirkan  dalam istilah tindakan-tindakan yang sesuai dengan posisi yang mereka duduki dalam seperangkat tatanan posisi-posisi, seperti dalam suatu perusahaan, keluarga, asosiasi-asosiasi sukarela, partai politik atau organisasi-organisasi sejenis; (2) keteraturan kategorikal (categorical order), adalah perilaku orang-orang dalam situasi tidak terstruktur yang dapat ditafsirkan dengan istilah stereotipe seperti kelas, ras dan kesukubangsaan; (3) keteraturan personal (personal order), adalah perilaku orang-orang, baik dalam situasi-situasi terstruktur atau tidak terstruktur, dapat ditafsirkan  dalam istilah hubungan-hubungan antarindividu dalam suatu kelompok atau hubungan antara suatu kelompok dengan kelompok lain seperti jaringan sosial keluarga yang diteliti oleh Bott (Mitchell, 1969: 9-10).

Anda tidak harus memposting segala hal pada channel sosial media Anda. Namun Anda harus membuat pesan Anda keluar secara rutin. Ketika Anda melakukan posting mengenai apapun, Anda harus mengingat hal ini: Kualitas akan selalu mengalahkan kuantitas.

    Perbedaan Social media dan Sosial Network yaitu mereka merupakan sama – sama media yang menyampaikan informasi, namun dalam menyampaikan informasi nya itu yang berbeda. Sebenarnya media sosial itu merupakan bagian dari media massa ,media massa itu terbagi 2 yaitu media massa konvensional dan media massa modern. Sosial Media ini termasuk dalam media massa modern. Lain halnya jika media massa konvensional. Seperti yang telah ketahui, media massa konvensional berupa majalah, koran,  dan hal – hal yang termasuk percetakan. Lalu melihat dari perbedaan antara media massa konvensional dengan media sosial ini adalah

Dari segi pengawalan masa, mungkin kita tidak dapat terus menghentikan penggunaan laman web sosial tetapi meletakkan masa yang terhad seperti jadual pembahagian masa untuk akademik dan riadah sosial (online atau offline)

Kini mulai bermunculan Line, We Chat, Kakao Talk, WhatsApp, Instagram dan yang lainnya. Hal itu ditopang oleh kemajuan perangkat gadget, teknologi informasi dan kecepatan jaringan internet yang makin pesat.

Informasi yang ada di media sosial bisa lebih cepat melebihi informasi di Koran atau televise. Di sinilah peran sosial media untuk mendapatkan informasi dengan cepat bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Bersangkaan baik pada diri sendiri – positif dan berkeyakinan Penggunaan laman web sosial mampu untuk menjadikan sesorang itu berkeyakinan dengan diri dan gembira. Menurut kajian CommonSense Media di laman webnya http://www.commonsensemedia.org, 75% kajian yang dilakukan ke atas pelajar 13 ke 17 tahun menunjukkan perkembangan yang baik dari segi emosi mereka, ini termasuklah dari segi keyakinan, kegembiraan, rasa simpati kepada orang lain dan berpandangan baik tentang diri mereka dan cuma 8% yang mempunyai sifat yang agak negatif setelah menggunakan laman web sosial seperti menjadi pemalu ataupun tertekan.  (Study, 2012)

Jump up ^ Vogel, Erin A.; Rose, Jason P.; Okdie, Bradley M.; Eckles, Katheryn; Franz, Brittany (2015). “Who compares and despairs? The effect of social comparison orientation on social media use and its outcomes”. Personality and Individual Differences. 86: 249–56. doi:10.1016/j.paid.2015.06.026.

MySpace adalah situs jaringan sosial populer yang menawarkan jaringan antar teman, profil pribadi, blog, grup, foto, musik dan video untuk remaja dan dewasa di seluruh dunia. Markas situs ini terletak di Beverly Hills, Amerika Serikat. Tetapi pada tahun 2005, News Corp membeli MySpace dengan harga 580 juta dollar AS dan MySpace resmi berpindah tangan menjadi milik News Corporation.

Di negara-negara yang berkembang saat ini, keberadaan media sosial banyak menimbulkan keresahan, termasuk di Indonesia. Bahkan di negar-negara maju sekarang ada pula yang sudah mulai melarang keberadaan media sosial dinegaranya. Contoh kecil ialah diblokirnya stus Facebook di Cina. Hal itu tidak lain disebabkan karene dampek negatif dari media sosial tersebut. Banyak timbul kasus-kasus yang melibatkan media Sosial. Bahkan ada juga kasus yang sampai-sampai dibawa ke meja hijau.

From the customer’s perspective, social media makes it easy to tell a company and everyone else about their experiences with that company — whether those experiences are good or bad. The business can also respond very quickly to both positive and negative feedback, attend to customer problems and maintain, regain or rebuild customer confidence. 

Sebelum kita membuat website ada dua hal yang sangat penting yaitu Domain dan Hosting. Domain yaitu identitas sebuah website di internet sebagai contoh http/:www.smkbinamandiri .com. website usaha sebaiknya mempunyai ekstensi.com atau co.id. Domain biasanya didapat dengan cara membeli dari lembaga pengelola domain atau para resseler domain. Hosting adalah tempat untuk menyimpan data dan file website di sebuah server yang terhubung dengan jaringan internet. Biasanya website mempunyai link ke facebook, YM dan Twitter. Disini siswa/siswi diajarkan untuk mengoperasikan Blog, Facebook, Twitter dan YM dalam menunjang bisnis. Karena perusahaan yang menggunakan media sosial sebagai tempat promosi jangkauannya lebih luas dibandingkan dengan perusahaan yang tidak menggunakannya.

Jika agensi-agensi lain mementingkan kreativitas dan kemudahan akses, Big in Digital mementingkan kreativitas, kemudahan akses, DAN teknologi. Tidak ada agensi lain di Indonesia yang memiliki fokus terhadap teknologi selain mereka, dan di bidang ini, teknologi merupakan hal yang sangat penting.

Sudah beberapa  waktu saya mengamati perilaku pengguna jejaring sosial dengan berinteraksi secara intensif dengan beberapa users. Satu pertanyaan yang sering hinggap di benak saya adalah bagaimana user tersebut bisa online terus padahal secara teori mereka seharusnya sedang bekerja, istirahat tidur malam hari, ataupun sedang beribadah. Tidak jarang interaksi saya lakukan dengan mereka yang sudah bekeluarga sehingga tidak jarang saya berpikir bagaimana mereka mengatur interaksi dengan keluarga mereka kalau setiap saat waktunya dihabiskan dengan melototi layar komputer dan keyboard smartphonenya. Saya mengakui jika sebagian orang memang memanfaatkan jejaring sosial sebagai media berbisnis dan mencari referensi. Tapi ada juga yang menggunakan jejaring sosial untuk sekedar chatting dengan teman di facebook atau tweeter yang bila terlalu asyik akan menjadi lupa diri dan tidak tau waktu.

Merupakan aplikasi turunan Facebook, aplikasi ini menangani semua komunikasi real-time Anda di dalam Facebook. Anda bisa memberikan pesan kepada teman – teman Anda, mengirim gambar dan video dan bahkan melakukan panggilan dengan jaringan Wi-Fi ketika Anda sedang berada di luar ruangan. Aplikasi ini disediakan gratis untuk iOS, Android, dan juga Windows Phone.

Jaringan sosial pertama kali digunakan oleh Barnes di dalam studinya mengenai umat gereja yang menempati sebuah pulau di Norwegia. Konsep yang digunakannya kemudian dikembangkan oleh Bott dalam studinya mengenai peranan suami-istri yang terdapat pada keluarga-keluarga di London. Keduanya melihat jaringan sosial sebagai rangkaian hubungan-hubungan yang dibuat oleh seorang individu di sekitar  dan berpusat pada dirinya sendiri berdasarkan atas pribadinya (Mitchell, 1969: 8).

Peran media sosial yang satu ini bisa tergambar melalui fitur gambar, video, atau pun hanya tulisan. Salah satu contoh peran media sosial untuk mengekspresikan diri adalah dengan selfie atau pun foto-foto saat berkumpul bersama keluarga atau teman-teman.

Jue, Arthur L., Jackie Alcalde Marr, Mary Ellen Kassotakis (2010). Social media at work : how networking tools propel organizational performance (1st ed.). San Francisco, CA: Jossey-Bass. ISBN 978-0470405437.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *