“Media Sosial Usaha -Media Sosial X”

Peralihan didorong oleh identitas dan hubungan antara peserta sering menunjukkan perpindahan pada solidaritas/jarak dimensi sosial. Peralihan juga merefleksikan pergantian dimensi lain, seperti hubungan status antara orang atau keformalan interaksi mereka.

Pada tahun 1984 layanan online Prodigy diperkenalkan dan tumbuh menjadi penyedia layanan online terbesar kedua pada era tahun 1990-an. Pelanggannya mencapai 465.000, lalu CompuServe 600.000 pelanggan.

“Twitter only adds to the noise: it’s simply impossible to pack much context into its 140 characters. All other biases are present as well: in a country like Iran it’s mostly pro-Western, technology-friendly and iPod-carrying young people who are the natural and most frequent users of Twitter. They are a tiny and, most important, extremely untypical segment of the Iranian population (the number of Twitter users in Iran — a country of more than seventy million people.)”

Perkembangan Internet di Indonesia semakin berkembang pesat dengan adanya berbagai macam sarana atau wadah untuk terhubung ke internet seperti adanya ponsel, laptop dan modem serta jaringan wifi. Minat masyarakat Indonesia khususnya remaja dalam memanfaatkan internet ini pun semakin berkembang, baik dengan menggunakan ponsel maupun komputer.

Dalam laporan kajian yang dikeluarkan oleh Jacobsen & Forste pada tahun 2011, mereka telah menemui laman web sosial dan komunikasi telefon mudah alih menyumbang kepada interaksi sosial secara face to face, dan bukan mengambil alih peranan itu.  (Ann, 2010)

Yap semua orang pasti udah tahu dan paham betul manfaat media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, sapai Path sebagai alat promo untuk bisnis yang dijalankan. Baik seorang penyedia jasa maupun produsen barang-barang bermutu, media sosial memang memberi kita kesempatan untuk bertemu dengan calon konsumen

Menanggapi berita yang di sampaikna para pengguna Instagram tersebut, maka pendiri Instagram yaitu Kevin Systrom membantah bahwa dirinya atau pihak dari Instagram tidak bermaksud menjual foto pengguna tanpa izin dan pemberitahuan. Menurut ucapnya bahwa terdapat kekeliruan dalam penggunaan kalimat yang di buat Instagram saat mengumumkan perubahan kebijakan privasi tersebut.

Further, familiarity and comfortability with Facebook is often divided by socio-economic class, with students whose parents obtained a college degree, or at least having attended college for some span of time, being more likely to already be active users.[228] Instructors ought to seriously consider and respect these hesitancies, and refrain from “forcing” Facebook on their students for academic purposes.[229][230] Instructors also ought to consider that rendering Facebook optional, but continuing to provide content through it to students who elect to use it, places an unfair burden on hesitant students, who then are forced to choose between using a technology they are uncomfortable with and participating fully in the course. A related limitation, particularly at the level of K-12 schooling, is the distrust (and in some cases, outright prohibition) of the use of Facebook in formal classroom settings in many educational jurisdictions. However, this hesitancy towards Facebook use is continually diminishing in the United States, as the Pew Internet & American Life Project’s annual report for 2012 shows that the likelihood of a person to be a registered Facebook user only fluctuates by 13 percent between different levels of educational attainment, 9 percent between urban, suburban, and rural users, only 5 percent between different household income brackets. The largest gap occurs between age brackets, with 86 percent of 18- to 29-year-olds reported as registered users as opposed to only 35 percent of 65-and-up-year-old users.[231]

Banyaknya pengguna akun media sosial fake atau palsu untuk penipuan dari penjualan jasa, barang, atau semacamnya. Mudahnya menambah pertemanan dari media sosial menjadi peluang kejahatan oleh sebab itu kita perlu hati-hati dalam memilih pertemanan dan di anjurkan pilihlah teman yang anda kenal.

Tempat berbagi informasi dengan banyak fitur, seperti foto, dokumen, atau pesan suara. Dampak positifnya adalah dimana kita mudah mencari informasi tanpa harus kita bertanya terlebih dahulu. Wawasan luas dan ilmu yang didapat gratis tanpa membayar sepersen pun.

Sosial media dapat menjaring lebh banyak orang. Setipa orang bisa melihat, menawar dan bahkan dapat membeli suatu produk melalui media sosial. Bahkan dengan adanya sosial media, tidak hanya orang perorangan yang dapat menjadi calon konsumen melainkan juga perusahaan yang tertarik dengan produk yang ditwarkan.

Segmentasi yang dikenal selama ini ada 3 : demografi, geografi, dan psikografi. Dengan adanya digitalisasi, prosesnya menjadi lebih mudah. Baik Google maupun Facebook menyimpan data penggunanya. Setiap aktivitas kita dimonitor terus setiap saat. Saya gak akan bicara banyak tentang hal ini, buka saya Google Analytics atau Facebook Audience Insights. Anda akan mengerti apa yang saya maksud.

Dalam kenyataan di lapangan, sebuah jaringan sosial tidak hanya dibentuk oleh satu jenis jaringan sosial di atas. Namun, terjadi tumpang tindih antara tiga jenis bentuk hubungan sosial tersebut. Sebuah jaringan sosial dianggap sebagai jaringan kepentingan jika hubungan-hubungan yang terbentuk dalam jaringan sosial tersebut lebih dominan untuk pemenuhan kebutuhan-kebutuhan atau kepentingan-kepentingan tertentu. Dua jenis jaringan sosial yang lain, yaitu jaringan kekuasan dan jaringan perasaan tetap ada tetapi tidak dominan.

Dengan memasuki media sosial, dikatakan Enda Forwanda, para pelaku bisnis akan membaca arah konsumennya, dan mengetahui apa yang mereka inginkan. Mengingat terus bertambahnya pengguna media sosial saat ini, jelas media seperti ini begitu penting perannya bagi bisnis tersebut. Dengan begitu, bisnis tersebut dapat memonitor apa yang sedang nge-tren serta dibicarakan konsumen. Selain itu, media sosial juga bisa digunakan untuk membantu pemasaran, meningkatkan awareness produk atau jasa, mengembangkan produk, ataupun merekrut SDM. Salah satunya lewat media sosial Linkedin.

Silakan minta nasihat pada siapa saja yang anda rasa lebih tahu dari anda dibidang pemasaran. Tidak harus seorang konsultan pemasaran. Motivator, trainer, atau guru favorit anda bisa jadi sumber akan hal ini. Teman anda yang sudah terlebih dahulu terjun di bisnis pun bisa anda mintai nasihat kalau perlu.

Dan, standar-standar yang jadi pegangan dalam kehidupan nyata (struktur sosial) membentuk kemungkinan-kemungkinan dan batasan-batasan bagi alternatif tindakan, sikap dan perilaku, di mana standar-standar ini sebenarnya merupakan hasil tawar-menawar dari pasangan-pasangan hubungan diadik yang ada dalam jaringan sosial yang bersangkutan dan bukan secara langsung berasal dari sesuatu yang abstrak seperti kebudayaan, sistem nilai atau tatanan moral. AJS lebih mempelajari “keteraturan individual atau kolektif berperilaku” ketimbang keteraturan “keyakinan” tentang bagaimana mereka seharusnya berperilaku

Di sisi lain, jika bisnis anda sudah relatif berjalan dengan sehat, dan yang anda inginkan hanyalah peningkatan dari yang sudah ada, beberapa juta yang anda keluarkan untuk konsultan pemasaran merupakan biaya yang masuk akal untuk menjadikan bisnis anda meraup tambahan beberapa puluh juta dari bantuannya.

Kebiasaan dan budaya mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif ke dalam sebuah tulisan, setidaknya akan sangat memengaruhi pola dan gaya berpikir seorang guru. Ini artinya, blog bisa menjadi wahana yang tepat dan strategis untuk mengembangkan nilai-nilai kependidikan, kepribadian, profesional, dan sosial seorang guru dalam menjalankan aktivitasnya, baik di dalam mauoun di luar dunia pendidikan.

Di Indonesia sendiri, kegiatan ber-Sosial Media sebenarnya telah ada sejak lama – dengan bermunculannya berbagai macam forum diskusi berbasis web seperti KasKus misalnya, hanya saja demam Sosial Media mulai terasa ketika sebuah situs pertemanan bernama Friendster mulai naik daun – saat itu banyak orang mulai merasa sangat penting untuk menampilkan sosok dirinya untuk dikenal orang lain. Sosial media memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “kecil” bisa seketika menjadi besar dengan Media sosial, begitupun sebaliknya orang “besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Media sosial. Apabila kita dapat memnfaatkan media sosial, banyak sekali manfaat yang kita dapat, sebagai media pemasaran, dagang, mencari koneksi, memperluas pertemanan, dll. Tapi apabila kita yang dimanfaatkan oleh Media sosial baik secara langsung ataupun tidak langsung, tidak sedikit pula kerugian yang akan di dapat seperti kecanduan, sulit bergaul di dunia nyata, dan lain – lain). Orang yang pintar memanfaatkan media sosial ini untuk mempermudah hidupnya, memudahkan dia belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari informasi, berbelanja, dan lain – lain. Media sosial menambahkan kamus baru dalam pembendaharaan kita yakni selain mengenal dunia nyata kita juga sekarang mengenal “dunia maya”. Dunia bebas tanpa batasan yang berisi orang-orang dari dunia nyata. Setiap orang bisa jadi apapun dan siapapun di dunia maya. Seseorang bisa menjadi sangat berbeda kehidupannya antara didunia nyata dengan dunia maya, hal ini terlihat terutama dalam jejaring sosial.

Comments

  1. Tara

    Ancaman pidana dari pasal tersebut adalah penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar (Pasal 45 ayat [2] UU ITE). Lebih jauh, simak artikel Pasal Untuk Menjerat Pelaku Penipuan Dalam Jual Beli Online.
    Sebagai social media terbesar di dunia, Facebook sangat menarik untuk dijadikan sarana pemasaran. Dalam bab ini dibahas 8 langkah, tahap-demi-tahap yang harus anda lakukan untuk bisa mendominasi Facebook.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *